Karena suatu saat "Damai" bukan hanya slogan Dunia.

Sabtu, 10 September 2016

Segaris Kisah Yesus



Segaris Kisah Yesus
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

Salam damai, Ummat beriman
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh~
Saudara damai, kali ini kami akan mengulas kembali tentang Kontroversi “Siapakah Jesus?”. Tidak ada kata celaan, membeda-bedakan atau intimidasi. Tidak. Anda dan Kami serumpun, dalam tubuh mengalir darah Adam dan Hawa, nafas kita diperoleh dari Kuasa Allah Subhanahu Wata’ala. Dengan relax, mari kita simak beberapa poin berikut:

1.   Silsilah Yesus Kristus
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 dst).
Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa as) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Mariam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari Kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Mariam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !
Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :
Ø  Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan.
Ø  Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan.
Dalam Al-Qur’an, surat Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hadiid [57]:3)
Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.
Ø  Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan.

2.  Kelahiran Yesus Kristus
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan ummat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1 : 21).
Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Mariam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Ummat yaitu Bani Israel.
Ø  Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Yesus menjadi penyelamat ummatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan. Al-Qur’an juga menginformasikan kelahiran Yesus sebagai berikut :
“(Jibril) berkata, “Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Mariam [19]:19).

3. Yesus Pemimpin Umat Israel  
“Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-ali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel.” (Matius 2:6).
Ø  Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.
Ø  Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Ø  Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuha.

4.   Yesus dibaptis oleh Yohannes (Sang Pembaptis)
“Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya.” (Matius 3:13).
Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu “pembabtisan” yang kalau dalah Islam “Bersyahadat”. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis. Baca :  Yesus pun Bersyahadat
Ø  Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan

5. Yesus dikasihi oleh Tuhan.
“Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Matius 3:17).
Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhanyang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi  yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?
Ø  Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Ø  Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan

6.   Yesus dibawa dan dicoba oleh iblis
“Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.” (Matius 4:1).
Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.
Ø  Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
Ø  Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.
“Hai sekalian manusia, telah dijadikan suatu perumpamaan, maka dengarlah perumpamaan itu. Sesungguhnya yang kamu seru selain Allah, mereka tidak sekali-kali dapat membuat lalat walaupun mereka hanya berhimpun untuk itu. Dan jika lalat itu merampas semua dari mereka, niscaya mereka tidak sanggup merebutnya dair lalat itu. (Inilah)  kelemahan yang menuntut (si penyembah) dan yang dituntut (benda yang disembah).” (QS. Al-Hajj [22]:73). 

Sekian dari kami. Semoga menjadi ilham. Salam damai dari kami-Muslim-yang-mencintai-perdamaian.

Asyhaduallaa-Ilaaha-Ilallah, Waasyhaduanna-Muhammada(r)-Rasulullah~

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh~

Share:

Gelar “Kafir”, Menghambatmu untuk Masuk Surga



Gelar Kafir, Menghambatmu untuk Masuk Surga
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

Salam damai, Ummat beriman
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh~

Saudara damai, sebelum membaca artikel ini. Alangkah baiknya jika Anda membuka Kafir. Labeling for Non-Moslem. Agar Anda tahu mengapa penamaan “kafir” dijatuhkan kepada saudara-saudari kita yang non Muslim. Pertanyaan yang kali ini akan dibahas adalah : “Mengapa Orang Kafir Masuk Neraka Meskipun Suka Berbuat Baik?”

Salah satu keyakinan dalam Islam adalah orang kafir, meskipun suka berbuat baik, ia akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Apalagi jika sudah kafir lantas memusuhi dan memerangi Islam. Banyak sekali ayat dalam Al-Qur’an yang menyatakan bahwa perilaku syirik (menyekutukan Allah/Menuhankan apa-apa selain Allah) dosanya tidak diampuni dan neraka jahannam menjadi rumahnya di akhirat nanti. Dalam Al-Qur’an Allah jelas berfirman :

Innalladziina kafaruu min ahlil kitaabi walmusyrikiina fiinaa ri jahannama khaalidiina fiiha. Ulaa ika hum syarru-lbariyyah : “Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk” (QS. Al Bayyinah: 6)

Saudara damai, mari kita analogikan. Jika kita mengikuti ujian, misalnya Saya (penulis) mengikuti ujian SNMPTN untuk masuk ke perguruan tinggi dambaan Saya. Ada lima mata pelajaran dalam ujian yang harus Saya kerjakan, diantaranya: IPA, IPS, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Untuk masuk ke perguruan tinggi tersebut, Saya harus lulus dengan nilai sempurna di masing-masing mata pelajaran tadi. Jika Saya mendapat nilai 100 pada ke-empat mata pelajaran tapi dalam satu pelajaran yakni matematika, Saya mendapat nilai 10. Pertanyaannya, Apakah Saya akan lulus? Jawabannya adalah, tidak. Saya akan gagal.

Saudara damai, jadi sama seperti itu. Persyaratan untuk pergi ke surga yang pertama adalah Anda harus memiliki iman, kemudian amal saleh, mengajak orang lain kepada kebenaran dan menasehati orang lain agar bersabar.
Anda mungkin orang yang baik, Anda mungkin bersedekah dan sebagainya, tapi jika Anda tidak punya iman, jika Anda tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, jika Anda tidak menyembah Sang Pencipta yang sejati, Anda gagal dalam ujiannya.

Jadi agar Anda lulus, Anda harus lulus dalam ke-empat persyaratan ini:
1.      Iman kepada Tuhan yang Maha Esa, jangan menyembah berhala, tidak beriman kepada tuhan yang salah.
2.      Melakukan amal kebaikan.
3.      Mengajak orang lain dalam jalan kebenaran (dakwah).
4.      Menasehati orang lain agar bersabar.

Jika Anda tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan Anda menyekutukan-Nya, maka Anda tidak lulus dalam ujian akhirat. Anda gagal.

Sekian dari kami. Semoga menjadi ilham. Sekian dan salam damai dari kami-Muslim-yang-mencintai-perdamaian.

Asyhaduallaa-Ilaaha-Ilallah, Waasyhaduanna-Muhammada(r)-Rasulullah~

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh~



Share:

Makanan Non Vegetarian Membuat Ummat Muslim Kejam



Makanan Non Vegetarian Membuat Ummat Muslim Kejam
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

Salam damai, Ummat beriman
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh~

Saudara damai yang beriman, selepas membahas penyembelihan hewan, kemudian muncul pertanyaan terkait pengkonsumsian hewannya. Pertanyaan:
“Ilmu pengetahuan mengungkapkan bahwa apapun yang dimakan seseorang akan mempengaruhi tingkah laku si pemakan. Mengapa kemudian Islam memperbolehkan umat Muslim untuk mengkonsumsi makanan non vegetarian padahal mengkonsumsi makanan hewani bisa membuat orang menjadi kejam dan buas?”

Saudara damai, kembali kita simak terkait pengkonsumsian daging hewan:
1.      Hanya diperbolehkan mengkonsumsi hewan herbivora
Saudara damai, kami sepakat dan sependapat bahwa apa yang dimakan seseorang berpengaruh terhadap tingkah laku orang tersebut. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Islam melarang umatnya mengkonsumsi hewan karnivora yang kejam dan buas seperti singa, macan, macan tutul dan lain sebagainya. Konsumsi terhadap hewan tersebut mungkin bisa membuat orang menjadi kejam dan buas. Islam hanya memperbolehkan umatnya memakan hewan herbivora yang tenang dan jinak seperti sapi, kambing, domba dan lain sebagainya. Ummat muslim memakan hewan yang tenang dan jinak karena Muslim adalah pecinta kedamaian dan bukan orang-orang yang kejam.

2.   Al-Qur’an mengatakan bahwa Nabi melarang hal-hal yang tidak baik Al-Qur’an menyatakan:

“Nabi menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar. Nabi meghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk.” (QS. [7]:157)
"Maka terimalah apa yang diberikan Rasul kepadamu dan tinggalkanlah apa yang dilarangnya bagimu.” (QS. [59]:7)

Saudara damai yang beriman, bagi kami (Muslim), sabda Nabi sudah cukup meyakinkan bahwa Allah tidak menginginkan manusia untuk mengkonsumsi beberapa jenis daging tapi juga mengijinkan manusia untuk mengkonsumi jenis yang lainnya.

3. Hadits Nabi Muhammad SAW yang melarang konsumsi terhadap hewan karnivora.

Menurut beberapa Hadits asli yang diriwayatkan oleh Shahih Bukhari Muslim termasuk hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas di Shahih Muslim, bab berburu dan penyembelihan, hadits no. 4752 dan Sunnan Ibnu I Majah bab 13 hadits no. 3232 sampai 3234, Nabi Muhammad SAW melarang dikonsumsinya:
a)  Hewan buas yang bertaring, yaitu hewan yang memakan daging atau karnivora. Hewan ini masuk kedalam kelompok kucing seperti singa, macan, kucing, anjing, serigala, hyena dan lain sebagainya.
b)  Hewan pengerat seperti tikus, tikus besar, kelinci yang bercakar dan lain sebagainya.
c)       Hewan melata atau reptil seperti ular, buaya dan lain sebagainya.
d)       Burung pemangsa yang memiliki kuku tajam atau cakar seperti burung heriang, elang atau rajawali, burung gagak, burung hantu dan lain sebagainya.

Saudara damai yang beriman, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan atau membuktikan kekhawatiran bahwa memakan makanan non vegetarian (sebagaimana menurut hukum Islam) membuat seseorang menjadi kejam.
Sekian dari kami. Semoga menjadi ilham. Sekian dan salam damai dari kami-Muslim-yang-mencintai-perdamaian.

Asyhaduallaa-Ilaaha-Ilallah, Waasyhaduanna-Muhammada(r)-Rasulullah~

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh~


Share:

Metode Penyembelihan Hewan Secara Islam Tampak Kejam



METODE PENYEMBELIHAN HEWAN SECARA ISLAM TAMPAK KEJAM
Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang

Salam damai, Ummat beriman
Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh~

Salam ummat damai, ada saudara kita yang mengajukkan pertanyaan:
“Mengapa ummat Muslim menyembelih hewan dengan cara yang kejam dengan menyiksa dan membunuhnya (untuk mendapatkan daging yang ‘halal’)?”

Membaca pertanyaan tadi, kami pikir pertanyaan tersebut merupakan pertanyaan yang sangat cerdas dan tepat sehubungan dengan momen perayaan ‘Idul Adha, di mana kami ummat Muslim menyembelih/meng-qurban-kan hewan qurban (Sapi/kambing/domba). Maka saudara damai, mari kita simak jawaban dari pertanyaan di atas:

Ummat damai yang beriman, metode penyembelihan hewan dalam Islam yang dikenal dengan istilah Zabiha telah menjadi hal yang banyak dikritik oleh orang non Muslim. Namun melalui poin-poin berikut akan kami tunjukkan bahwa metode Zabiha itu tidak hanya sangat manusiawi tapi terbukti secara ilmiah merupakan metode yang terbaik:

1.      Metode Islami dalam menyembelih hewan.
Zakkaytum adalah kata kerja yang berasal dari akar kata Zakah (untuk mensucikan). Bentuk infinitif dari kata tersebut adalah Tazkiyah yang berarti penyucian/pemurnian. Saudara damai, berikut merupakan syarat-syarat penyembelihan hewan secara Islami meliputi hal-hal sebagai berikut:
a.     Hewan harus disembelih dengan alat (pisau) yang tajam.
Saudara damai, hewan harus disembelih dengan alat (pisau/golok) yang tajam sehingga prosesnya bisa cepat untuk meminimalisir rasa sakit pada saat penyembelihan.

b.     Potonglah pipa tenggorokan dan kerongkongan juga urat nadi di leher.
Perlu diketahui saudara damai, Zabiha adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti disembelih. “Penyembelihan” dilakukan  dengan memotong tenggorokan, kerongkongan dan urat nadi di leher sehingga hewan mati tanpa harus memotong urat saraf tulang belakang.

c.     Darah harus dikeluarkan
Darah harus benar-benar dikeluarkan dari tubuh sebelum kepala hewan tersebut dipotong. Tujuan dialirkannya darah sampai habis dari tubuh hewan tersebut adalah karena darah akan menjadi media yang baik untuk tumbuhnya mikro organisme. Sumsum tulang belakang tidak boleh dipotong sebab syaraf-syaraf yang menuju ke jantung bisa rusak sehingga darah akan membeku dalam pembuluh darah.

2.      Darah adalah media/medium yang baik untuk kuman dan bakteri
Darah adalah media yang baik untuk kuman, bakteri, racun, dsb. Sehingga, cara Muslim menyembelih hewan lebih higienis sebab darah yang bisa menjadi media tumbuhnya kuman, bakteri, racun dsb. Darah harus dibuang, sehingga bisa meminimalisir kemungkinan terjadinya infeksi penyakit melalui daging yang dimakan.

3.      Daging menjadi segar untuk waktu yang lebih lama
Daging yang disembelih dengan cara Islam menjadi segar untuk waktu yang lebih lama dikarenakan jumlah darah dalam daging sedikit jika dibandingkan dengan metode penyembelihan yang lain.

4.      Hewan tidak merasakan sakit
Perlu diketahui saudara damai, pemotongan urat nadi di leher memutuskan aliran darah ke syaraf-syaraf yang berhubungan dengan rasa sakit di otak. Oleh karena itu, hewan tidak merasa sakit. Ketika sekarat, hewan memberontak, bergerak-gerak dan menendang-nendang bukan dikarenakan sakit, tapi karena adanya kontraksi dan relaksasi dari otot-otot karena keluarnya aliran darah dari tubuh. 

Dari apa yang telah kami utarakan, baca : Makanan Non Vegetarian Membuat Ummat MuslimKejam
Sekian dari kami. Semoga menjadi ilham. Sekian dan salam damai dari kami-Muslim-yang-mencintai-perdamaian.

Asyhaduallaa-Ilaaha-Ilallah, Waasyhaduanna-Muhammada(r)-Rasulullah~

“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.”

Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakaatuh~


Share:

Kunjungi kami

Kunjungi kami
Klik untuk masuk ke G+ Kami

Siapa Kami dan siapa Anda?

Anda dan Kami, serumpun. Mengalir dalam darah kita, garis keturunan Adam dan Hawa. Nafas pun, kita peroleh dari Sang Khaliq. Tidak ada manusia yang berdiri sendiri. Sari pati tanah adalah asal mula penciptaan kita. Serumpun dalam rukun. Membangun kata "Damai" agar bukan hanya sebagai slogan Dunia. Salam Damai, dari ummat yang ingin berdamai. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ Asyhaduallaa Ilaaha-Illallaah - Wa-Asyhadu Anna Muhammada-rrasuulullah. Allahu Akbar!

Translate this/Terjemahkan

Klik untuk mencari artikel kami